Oleh: Wastu Adi Mulyono, S.Kp.
Pernahkah Anda menghitung berapa waktu yang Anda gunakan untuk pasien agar permasalahannya teratasi?
Atau cobalah instrospeksi berapa waktu yang Anda gunakan untuk mencatat semua aktivitas di ruang perawatan? Coba lihat lagi berapakali anda mengulang-ulang menulis hal yang sama dalam satu kesempatan tersebut. Misal berapakali menuliskan nama pasien pada buku yang berbeda?
Nah itulah yang saya maksudkan. Perawat sekarang baik dalam proses pendidikannya maupun dalam bekerjanya terlalu banyak melakukan pengulangan penulisan. Di sebuah rumah sakit yang kebetulah sempat secara iseng saya perhatikan, perawat yang jaga sore saat itu harus menghabiskan waktu di nurse station hampir 3 jam lebih untuk mencatat saja? itu baru jam pertama setelah serah terima tugas. Lalu bagaimana dengan jam-jam berikutnya?
Pembuatan suatu sistem merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah tersebut. Sistem yang nanti dibuat akan dapat mengatur bagaimana pencatatan menjadi sesuatu yang tidak membuang waktu, efisien dan akurat. Meskipun demikian, seperti pengalaman penerapan sistem-sistem lain sebelumya selalu ada tantangan terhadap kepatuhan terhadap sistem tersebut. Hasil penelitian teman saya menunjukkan bahwa hubunan kepatuhan dengan tingkat pendidikan ataupun pengalaman kerja tidaklah bermakna.
Seperti layaknya penyusunan sistem informasi lainnya, pembangunan sistem ini membutuhkan pengkajian dan model yang konsisten dan stabil. Klasifikasi dan standar sangat diperlukan. Keperawatan dapat menggunakan standar NANDA, NIC dan NOC sebagai acuan dasar. Standar tersebut diperlukan agar semua dapat terukur dengan jelas, karena system yang baik akan mempunyai variabel-variabel yang jelas dan objektif.
Pembangunan system ini membutuhkan modal yang tidak sedikit. Seperangkat komputer server dan beberapa komputer klien akan dibutuhkan. Menurut pengamatan saya, modal ini sudah banyak dimiliki oleh unit kesehatan sekecil puskesma ataupun balai pengobatan, tinggal membangun jaringan dan system informasinya saja. Pembangunan system informasi ini juga membutuhkan modal yang besar bahkan ratusan juta. Mendengar kata ratusan juta saja sudah pasti membuat kita tidak mau menengok bukan? Nah itu kalau dikerjakan oleh tenaga partikelir dan menggunakan operating system dan software proprietary. Jika kita dapat bekerja sama se-Indonesia membangun software bersama dan menggunakan produk open source tentu ini dapat dipikul bersama. Modalnya tinggal semangat dan membangun jaringan yang solid. Hasilnya akan dilisensikan GPL atau bebas. Jadi setiap orang berhak menggunakan dan mengembangkan asal tetap untuk dapat digunakan secara bebas.
Jika semua itu terlaksana, saja dapat menjamin perkembangan keperawatan di Indonesia akan semakin cepat. Karena evidence base cukup tersedia, dan riset semakin terarah. Dengan demikian kemajuan profesi keperawatan akan dapat dinikmati orang seluruh Indonesia. Bahkan dapat dikembangkan sampai ke daerah-daerah pelosok asalkan ada komputer.
Ini mimpi saya, sampai sekarang masih dalam observasi dan pencarian desain yang up to date serta logika systemnya. Jika ada yang ingin terlibat silakan kontak saya di email yonwastu@yahoo.com. Saya sangat berterimakasih jika ada yang dapat mengirimi saya terjemahan NANDA, NIC dan NOC. dalam bahasa Indonesia meskipun baru beberapa?
Mari bersama kita bergerak.
Blogroll FatihSyuhud.com Dihentikan
3 days ago


4 komentar:
Pak Wastu, ada link yang berkaitan dengan ini coba http://anisfuad.wordpress.com/2006/12/24/belajar-informatika-keperawatan-dari-rsud-banyumas/
silahkan buka :
indonesianicon.wordpress.com
pengembangan sebuah sistem membutuhkan sebuah skema system tersebut, langkah awal adalah membuat skema atau kerangka system kemudian komparasi produk jadi yang dibuat RSUD Banyumas...saya siap mendukung...tenaga dan pengetahuan demi terwujudnya SIMK yang OPEN SOURCE
pengembangan sebuah sistem membutuhkan sebuah skema system tersebut, langkah awal adalah membuat skema atau kerangka system kemudian komparasi produk jadi yang dibuat RSUD Banyumas...saya siap mendukung...tenaga dan pengetahuan demi terwujudnya SIMK yang OPEN SOURCE
Post a Comment