Cari di Google

Google

iklan di sini

Tuesday, February 19, 2008

Praktik Profesi Ners Stase Manajemen Keperawatan

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Sudah sejak tanggal 23 Januari 2008 saya membimbing praktik profesi Ners, mahasiswa Profesi Jurusan Keperawatan FKIK Unsoed. Gelombang pertama sudah selesai minggu kemarin. Gelombang kedua akan selesai minggu depan. Manajemen keperawatan merupakan stase terakhir yang harus dilalui mahasiswa sebelum memperoleh sebutan "Ners", setelah satu tahun sebelumnya mereka lulus sarjana keperawatan (S.Kep.).

Praktik profesi manajemen keperawatan ini merupakan suatu bentuk pengejahwantahan ilmu kesarjanaan yang telah mereka dapatkan dalam dunia praktik senyatanya. Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran sekaligus inisiasi perubahan dalam tempat praktik yang dituju. Tempat kegiatan yang ditentukan adalah RS Margono Soekarjo, yang merupakan rumah sakit rujukan untuk wilayah Jawa Tengah Selatan. Kompetensi yang diharapkan dari mahasiswa adalah kemampuan manajemen bangsal, manajemen bimbingan klinik keperawatan dan manajemen asuhan keperawatan.

Kegiatan dimulai dengan pengumpulan data tempat praktik yang berkaitan dengan ketiga sub sistem manajemen keperawatan tersebut (Bangsal, Bimbingan Klinik dan Asuhan Keperawatan). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan berbagai pendekatan untuk merumuskan masalah yang perlu diatasi dan strategi pemecahan masalah. Permasalahan dalam satu tempat (bangsal) merupakan masalah kelompok. Permasalah kelompok akan dipecahkan satu per satu melalui proyek-proyek individual. Meskipun proyek-proyek ini bersifat individual, tetapi dalam pemecahanannya tetap menggalang sinergi antar anggota kelompok. Setelah pelaksanaan proyek kelompok selesai akan dikembalikan lagi pada rumah sakit untuk ditindaklanjuti.

Banyak hal-hal yang dapat dicermati dalam kegiatan ini untuk pembelajaran profesi manajemen keperawatan selanjutnya. Sebagai program pertama, banyak hal yang perlu ditingkatkan. Beberapa hal yang menarik akan saya muat dalam blog ini agar dapat dimanfaatkan sejawat atau khalayak umum yang membutuhkan informasi ini.

Akhirnya, praktik manajemen ini akan segera diakhiri. Selamat datang Ners Baru. Mari Berjuang Bersama.

5 comments:

Sobur Setiaman said...

Sejarah pendidikan Pwt di Philipines sejak thn 1980 sudah berubah dari program diploma 3 thn menjadi BSN 4 thn sebelum ambil "Registrar Nars". Apakah tkt BSN ini diperlukan oleh masyarakat Philipines? Bukan karena ternyata sejak tahun 1960 Pwt Diploma Philipines banyak yg sudah keluar negeri bekerja di Timur tengah dan Amerika. Seperti nasehat ANA ambilah program BSN supaya gaji lebih tinggi dari Diploma Pwt. Begitu pula banyak dokter, Engineer, Apoteker Philipine meneruskan sekolah ke Nursing College untuk ambil BSN 2 sampe 3thn, mengapa? Dng BSN sangat mudah utk mendapatkan pekerjaan di USA, Canada dan Timur Tengah. Artinya apa? Program BSN Philipines mengadopsi program BSN USA karena labor market nya sangat jelas ada di USA, Canada dan Timur Tengah, Begitu diverifikasi di USA langsung di approval utk bisa ikut ujian NCLEX. Pwt India rata-rata Diploma 3 thn, karena induk semangnya Commonwealth masih mengadopsi secara luas program Diploma Pwt, tapi labor marketnya, urutan tertinggi saya kira di Timur Tengah, urutan kedua BSN Philipines. Negara Commonwealth belum melakukan konversi besar besaran konversi Diploma ke BScNursing, keculai bagi mereka mereka yang ingin menduduki jabatan Head nurse keatas, BSc Nursing menjadi pertimbangan, labor market BScNursing masih utk konsumsi dalam negeri, karena di di Timur Tengah BSN dan Diploma nurse India tdk ada perbedaan, kecuali penduduk lokal menjadi high priority.

Dimanakah letak labor market nya untuk Skep Indonesia?
Di LN Skep belum direcognized, di dalam negeri saya yakin mereka ogah menjadi Pwt ngopeni pasien di bangsal bangsal (bed side care). Begitu ingin di akui, soal izajah aja di ragukan ada yg diterbitkan Depkes ada yg diterbitkan Universitas, yg mana sih ijazah yg standard biar orang LN tidak bingung. Belum lagi hrs di terjemahkan dulu berikut transkrip nilainya karena di tulis dalam satu bahasa ( Ijazah BSN Phil di tulis dalam dua bahasa Inggris dan Tagalog, Ijazah India dikeluarkan oleh Nursing Board tertulis sdh berbahasa Inggris, berikut Nilai raport/transkrip nilainya dikeluarkan oleh Nursing Board jadi ngak perlu berkali kali ujian dg penguji yg sama seperti yg terjadi di Jateng dan Jatim), terjemahan ijazah perlu di stamp oleh embasy, di stamp lagi oleh Kementrian luar negeri (wah pokoke ribet sekali), belum lagi soal SIP nya belum di urus di ke Kanwil Depkes - Indonesia, yg sdh ada SIP yach begitu bolak balik untuk menterjemahkan, ke Embasy, ke kementrian luar negeri dll lah.

Kembali ke soal Pwt Indonesia.
Beberapa petinggi Pwt di Jakarta menghendaki terbentuknya kasta kasta pwt, yg SPK dan Akper jadi setingkat LPN kalo di USA seperti Nurse Aids, Skep ingin seperti RN level di USA yg tdk pernah ujian NCLEX. Perlu diketahui job des LPN di USA hanya sebatas membantu mobilitas pasien di bangsal seperti ke toilet, ganti baju, memandikan dan tentunya tidak boleh nyuntik dan pasang infus, ukur tensi padahal Pwt SPK dan Akper kalo di Indo adalah tukang suntik, tukang pasang infus walau pun infus banyak yg blong tdk teramati dg baik. Pwt SPK dan Akper sudah mendapat pengakuan di timur Tengah sebagai Staff Nurse. Maaf bagi yg merasa tersinggung silahkan membuat argumentasi yg nyata dan masuk akal.

Wastu Adi Mulyono said...

Herannya, kita suka dibuat kasta-kasta. Bahkan kasta rendah dihapuskan pun tidak mau.

Tapi tidak usah kuatir. Sejarah membuktikan bahwa pola masyarakat Indonesia selalu berubah terus ke arah maju meskipun selalu ada di belakang yang sudah maju. Maklum untuk mendahului yang tua kan harus dapat ijin dulu.

Anonymous said...

Tak for en interessant blog

Anonymous said...

I inclination not acquiesce in on it. I think polite post. Specially the designation attracted me to study the unscathed story.

Anonymous said...

Nice dispatch and this post helped me alot in my college assignement. Thank you on your information.

Pengumuman!

Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.