Oleh: Wastu Adi Mulyono
"Pak, tolong dong dicarikan ide untuk judul skripsi saya! "Sering sekali saya mendapatkan rengekan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi seperti ini. Sebagai dosen junior, tentu ini adalah kesempatan untuk dekat dengan mahasiswa senior. Tetapi masalahnya saya juga butuh banyak ide untuk menyusun proposalnya sendiri dan diajukan pada penyandang dana. Kalau sampai bocor dan ketahuan orang lain, bisa kalah kompetisi, Nih! Tetapi bukan itu permasalahannya. Ada sisi lain yang harus kita cermati.
Kurikulum pendidikan keperawatan yang memisahkan akademik dengan profesional, telah membuat tantangan tersendiri. Mahasiswa yang akan menyusun skripsi, miskin pengalaman dan pengetahuan klinik maupun komunitas. Tentu saja mereka sangat kesulitan dalam menyusun judul skripsi. Belum lagi idealisme pembimbing dan visi ideal institusi yang mengharuskan mahasiswa menggunakan rancangan korelasi, asosiasi bahkan eksperimen dalam penelitiannya. Masih ditambah lagi dengan keharusan riset keperawatan, tidak boleh riset dalam keperawatan. Tambah pusing lah junior kita ini! Tapi tidak perlu kuatir, selalu ada jalan keluar bagi orang yang selalu berpikir positif.
Pilihan paling mudah adalah, membaca. Banyak membaca akan menambah wawasan. Keasyikan dalam membaca biasanya akan langsung memunculkan ide-ide brilian. Sayangnya ide-ide tersebut tiba-tiba hilang atau jadi kelabu setelah buku ditutup. Maklum tugas lain sudah menunggu. Model pembelajaran SCL memang menuntut banyak tugas. Oleh karena itu, siapkan diri dengan alat tulis atau alat perekam suara ketika membaca, jadi sewaktu-waktu ada ide yang muncul sudah langsung terekam.
Proses perekaman ini akan menambah koleksi ide-ide untuk tulisan kita. Saking banyaknya, sampai bingung pilih yang mana. Untuk memudahkan, lengkapi lagi diri dengan menentukan area ketertarikan. Setelah area interest ditentukan, pilih judul-judul yang berkaitan. Telusuri lagi bacaan-bacaan yang berkaitan dengan judul-judul terpilih. Dijamin 100 persen, kalau sudah banyak membaca artikel-artikel yang berkaitan, pasti jumlah judul dapat berkali-kali lipat.
Sekali lagi pilih judul yang lebih spesifik. Pisahkan variabel-variabelnya, kemudian tentukan kemungkinan rancangannya. Mulailah dengan rancangan deskriptif. Kemudian ajukan pada pembimbing. Ingat, jangan langsung mengajukan rancangan eksperimen. Anda hanya punya waktu 1 semester dan uang saku pas-pasan untuk 1 bulan. Baru, jika pembimbing menolak, ajukan versi analitiknya, bahkan eksperimennya. Jika masih ditolak juga, kemungkinan latar belakang kurang kuat, cari lagi bacaan yang berkaitan, supaya argumentasinya semakin kuat. Yakinlah bahwa Anda sangat menguasai bidang yang diajukan, tunjukkan optimisme itu pada pembimbing. Pasti Yahuud. Setuju. Dijamin 100%.
Salah satu penyebab tumpulnya kemampuan analisis terhadap permasalahan, adalah kurangnya bacaan yang bersamaan dengan kurangnya melihat fakta yang ada. Jadi semuanya serba kurang. Yang banyak membaca tidak pernah melihat fakta, rasanya binguuuung melulu. Yang banyak berkutat dengan fakta tanpa teori yang cukup, biasanya akan sok tahu dan semuanya dijawab dengan logika sendiri, atas dasar pengalaman selama menangani. Itupun tidak ada catatannya. Nah karena sudah dijawab sendiri, ya sudah pasti bukan masalah yang penting untuk diteliti bukan?
"Maaf Pak, terus ide-ide yang lain yang didapat sebelumnya dikemanakan?" Terserah Anda! Mau dijual ke teman juga boleh. Mau diteliti sendiri nanti, juga boleh. Tapi saya ada ide, Nih. Bukankah kemajuan keperawatan itu akan semakin pesat kalau dilandasi dengan riset yang kuat. Daripada terbuang, mari kita berbagi. Apapun gagasan penelitian yang Anda peroleh, publikasikan saja lewat blog. Jadi teman-teman kita yang tertarik langsung dapat mengakses dan mengembangkannya sendiri. Atau kalau punya hasil laporan penelitian sebaiknya dipublikasikan ke jurnal-jurnal. Jurnal Keperawatan Soedirman misalnya. Atau jika perlu kita buat jurnal online-nya, baik berbayar maupun free. Mau bergabung? beri komentar tulisan ini dengan menyertakan alamat email. Nanti kita lanjutkan.
Menemukan ide memang sulit bagi kebanyakan orang, tapi tidak semua orang. Jadi pastilah ada yang kaya ide. Yang kaya ide, membagi idenya, yang kaya aksi membagi energinya. Dengan berbagi kita kuat. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh. Itu ajaran nenek moyang! Nenek moyang itu lebih tua dari kita jadi pasti sudah mengalami bercerai-berai, makanya runtuh. Yang muda, disarankan untuk bersatu. OK!
Link ke Blog Ide Skripsi Perawat/Ners
Hidup Sederhana
16 hours ago


0 komentar:
Post a Comment