Cari di Google

Google

Tuesday, May 20, 2008

Semangat Bangkit

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Apa yang sebaiknya dilakukan pada tanggal 20 mei?

Pertanyaan yang aneh, bukan? Memang aneh, buat apa pula bertanya-tanya? Semua orang tahu, setiap tanggal 20 mei ada upacara peringatan hari kebangkitan nasional. Semua tema kegiatan mulai tingkat RT sampai tingkat nasional pasti nyambung dengan hari kebangkitan nasional. Termasuk tanggal 12 mei kemarin, bukan?

Bagi saya tanggal 20 mei lebih penting dari 17 Agustus. Sebab itu merupakan kegiatan level nasional yang seingat saya paling tua, tahun 1908 lho. Seratus tahun yang lalu. Buah semangat kebangkitan 100 tahun yang lalu itu, kemudian munculah sumpah pemuda, sampai kemerdekaan.

Sebuah peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan, tetapi sering diabaikan maknanya. Indonesia sudah bangkit duluan sebelum dilahirkan. Indonesia sudah menciptakan mimpinya sebelum lahir. Bisa dikatakan ini adalah kreasi bawah sadar. Sebuah penciptaan gagasan untuk merdeka. Karena dikreasi di bawah sadar itulah yang menyebabkan semua terwujud. Ah, ini terlalu rumit, yang penting hari ini saya harus melakukan apa!

Setelah membaca tentang wajanbolic, sebuah antena parabola yang dibuat dari wajan agar kita dapat menerima sinyal hotspot wireless LAN, saya tertarik untuk mempraktikkannya. Setelah download segala petunjuk yang dibutuhkan, saya tetapkan hati untuk berkreasi. Pagi hari saya beli wajan alumunium no 18 seharga 40 ribu rupiah. Saya gali ujung pipa pembuangan di belakang rumah yang terbuat dari paralon 3", saya potong 23 cm. Kabel UTP bekas sepanjang 10 meter dari kampus saya potong dan saya sambungkan ke kabel USB. Wireless Adapter US Robotic 5423 saya pinjam. Alumunium foil terpaksa saya beli, dan baut-baut pelengkap semua sudah dipersiapkan.

Tidak sampai 2 jam, antena wajanbolic saya sudah jadi. Tinggal mencoba. Semua kabel dihubungkan... dan "ting-tong"... bunyi dari komputer menunjukkan wifi adapter bekerja. Dag-dig-dug kucoba cari sinyal hotspot di sekitar rumah, dan "Ngik-ngok..." tidak ada. Apes deh, harus naik genteng nih. Penuh semangat kebangkitan nasional saya naik genteng pukul 11 siang. Waw, panassss. Tetapi tetap semangat. Semua sudah di set, beres, turun, kembali ke komputer.

Aku berhasil!!!!!!!!!!!!! Terdeteksi 5 sinyal meskipun masih kurang memuaskan, hanya 30 persen, kekuatannya. Tetapi saya masih belum bisa membidik sinyal sasaran saya, tentu saja sinyal hotspot dari kantor. Ya, rupanya saya masih dalam semangat kebangkitan nasional. Saya belum merdeka untuk dapat sinyal yang saya inginkan.

Semua pasti tercapai. Semangat kebangkitan telah mengarahkan kita untuk merdeka dan hidup mandiri. Jadi Tetap Semangat Bung!


Read more!

Tuesday, May 13, 2008

Wind of Change

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Mengikuti aksi damai perawat di Senayan, Senin 12 Mei 2008 merupakan pengalaman yang sangat menggairahkan. Bagaimana tidak, puluhan ribu perawat dan mahasiswa berkumpul bersama menyuarakan pentingnya diundangkan RUU Praktik Keperawatan. Satu visi, satu hati, satu tekad, satu suara.

Saya bersama rombongan Banyumas dengan 1 bus, bergabung dengan seluruh rombongan Jawa Tengah kurang lebih 40 bus dengan total penumpang kurang lebih 2000 orang di Brebes, selanjutnya beriringan menuju Jakarta. Iringan yang diawali oleh fore reader dari Kepolisian ini bagaikan tubuh ular yang siap memangsa umpan yang lalai terhadap kewajibannya.

Sejak tiba pukul 03:00 dini hari 12 Mei 2008 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, rombongan sudah berkoordinasi. Tidak lama kemudian mobil kontainer toilet datang silih berganti untuk menyambut hari para pendatang yang harus menaati panggilan alam.

Pagi hari, sampai pukul 07:30 saat demonstrasi berjalan pun rombongan dari berbagai daerah masih-silih berganti datang. Terus bergabung dengan rombongan jawa tengah yang telah datang lebih dahulu.

Sungguh, bergabung bersama dengan satu tujuan sangatlah luar biasa. Orasi-orasi penyemangat menunjukkan betapa hausnya perawat terhadap perubahan. Hari ini memang sebuah sejarah. Sejarah kebangkitan perawat indonesia. Hari ketika semua elemem perawat dapat menyatukan suara. Seperti orasi salah satu senior perawat yang sudah mau pensiun, betapa bangganya beliau menyaksikan perawat dapat bersatu. Mendengar orasi beliau saya merinding. Bayangkan saja hampir 25 tahun lebih beliau bekerja, tanpa perlindungan hukum dan undang-undang, dizalimi. Barangkali doa para pasienlah yang menyelematkan beliau dari berbagai tantangan yang menghadang.

Menyatukan perawat dengan berbagai elemen dan latar belakang dalam satu suara memang sebuah tonggak sejarah baru. Tetapi, mengutip kata Bang Iwan pengurus pusat PPNI, aksi ini bukan yang pertama, juga bukan yang terakhir. Akan ada kelanjutan terus menerus. Undang-Undang praktik keperawatan memang harga mati. Bukan egois, tetapi melindungi perawat sama dengan melindungi rakyat Indonesia.

Semangat ini perlu dipelihara. Kebersamaan perlu dipupuk. Aksi yang berkesinambungan perlu perencanaan matang. Ayo rencanakan Plan B, C, D, E sampai ZZZ. Berjuang terus seperti legenda Kakek Bodoh memindahkan gunung yang dituturkan motivator kawakan Indonesia Andri Wongso. Berjuang itu bukan untuk kepentingan sekarang, untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk kepentingan seluruh generasi yang akan lahir berikutnya.

Meskipun aksi ini kurang diliput TV, kalah dengan issue BBM dan Trisakti, tetapi kita tidak perlu kecewa. Kita memang tidak bisa bersandiwara dengan melakukan adegan kerusuhan yang menarik media kita, karena itu bertentangan dengan nurani kita. Kita juga tidak bisa melakukan aksi yang merugikan kepentingan umum, karena itu melanggar etika. Kita juga tidak dapat meninggalkan tugas, karena kesehatan manusia adalah yang utama. Tetapi aksi Jakarta telah disupport oleh aksi-aksi di daerah. Hampir semua koran lokal memberitakan aksi keperawatan tanggal 12 Mei. Radar Banyumas saja memuat berita di Cilacap, Purwokerto dan Kebumen. Sindo memuat aksi di Pati. Pasti semua memuat berita tentang keperawatan. Hal ini adalah potensi yang siap digali. Ranjau-ranjau yang siap meledakkan penguasa yang melupakan para perawat ini.

Angin perubahan sudah datang. Hati yang mengeras bagaikan kayu kering yang siap dibakar. Api semangat florence nigtingale sudah menemukan sasarannya. Terbakarlah perawat indonesia, ukirlah sejarah baru keperawatan, dengan darah, maupun abu jenazah. Roda sejarah sedang bergulir. Naiki dan pegang kendali atau tergilas binasa jadi sampah tak berguna. Merdeka! Perawat juga punya hak untuk berperan dalam pembangunan kesehatan Indonesia.


Read more!

Friday, May 9, 2008

Manajemen Ide

Oleh: Wastu Adi Mulyono

"Pak, tolong dong dicarikan ide untuk judul skripsi saya! "Sering sekali saya mendapatkan rengekan mahasiswa yang sedang menyusun skripsi seperti ini. Sebagai dosen junior, tentu ini adalah kesempatan untuk dekat dengan mahasiswa senior. Tetapi masalahnya saya juga butuh banyak ide untuk menyusun proposalnya sendiri dan diajukan pada penyandang dana. Kalau sampai bocor dan ketahuan orang lain, bisa kalah kompetisi, Nih! Tetapi bukan itu permasalahannya. Ada sisi lain yang harus kita cermati.

Kurikulum pendidikan keperawatan yang memisahkan akademik dengan profesional, telah membuat tantangan tersendiri. Mahasiswa yang akan menyusun skripsi, miskin pengalaman dan pengetahuan klinik maupun komunitas. Tentu saja mereka sangat kesulitan dalam menyusun judul skripsi. Belum lagi idealisme pembimbing dan visi ideal institusi yang mengharuskan mahasiswa menggunakan rancangan korelasi, asosiasi bahkan eksperimen dalam penelitiannya. Masih ditambah lagi dengan keharusan riset keperawatan, tidak boleh riset dalam keperawatan. Tambah pusing lah junior kita ini! Tapi tidak perlu kuatir, selalu ada jalan keluar bagi orang yang selalu berpikir positif.

Pilihan paling mudah adalah, membaca. Banyak membaca akan menambah wawasan. Keasyikan dalam membaca biasanya akan langsung memunculkan ide-ide brilian. Sayangnya ide-ide tersebut tiba-tiba hilang atau jadi kelabu setelah buku ditutup. Maklum tugas lain sudah menunggu. Model pembelajaran SCL memang menuntut banyak tugas. Oleh karena itu, siapkan diri dengan alat tulis atau alat perekam suara ketika membaca, jadi sewaktu-waktu ada ide yang muncul sudah langsung terekam.

Proses perekaman ini akan menambah koleksi ide-ide untuk tulisan kita. Saking banyaknya, sampai bingung pilih yang mana. Untuk memudahkan, lengkapi lagi diri dengan menentukan area ketertarikan. Setelah area interest ditentukan, pilih judul-judul yang berkaitan. Telusuri lagi bacaan-bacaan yang berkaitan dengan judul-judul terpilih. Dijamin 100 persen, kalau sudah banyak membaca artikel-artikel yang berkaitan, pasti jumlah judul dapat berkali-kali lipat.

Sekali lagi pilih judul yang lebih spesifik. Pisahkan variabel-variabelnya, kemudian tentukan kemungkinan rancangannya. Mulailah dengan rancangan deskriptif. Kemudian ajukan pada pembimbing. Ingat, jangan langsung mengajukan rancangan eksperimen. Anda hanya punya waktu 1 semester dan uang saku pas-pasan untuk 1 bulan. Baru, jika pembimbing menolak, ajukan versi analitiknya, bahkan eksperimennya. Jika masih ditolak juga, kemungkinan latar belakang kurang kuat, cari lagi bacaan yang berkaitan, supaya argumentasinya semakin kuat. Yakinlah bahwa Anda sangat menguasai bidang yang diajukan, tunjukkan optimisme itu pada pembimbing. Pasti Yahuud. Setuju. Dijamin 100%.

Salah satu penyebab tumpulnya kemampuan analisis terhadap permasalahan, adalah kurangnya bacaan yang bersamaan dengan kurangnya melihat fakta yang ada. Jadi semuanya serba kurang. Yang banyak membaca tidak pernah melihat fakta, rasanya binguuuung melulu. Yang banyak berkutat dengan fakta tanpa teori yang cukup, biasanya akan sok tahu dan semuanya dijawab dengan logika sendiri, atas dasar pengalaman selama menangani. Itupun tidak ada catatannya. Nah karena sudah dijawab sendiri, ya sudah pasti bukan masalah yang penting untuk diteliti bukan?

"Maaf Pak, terus ide-ide yang lain yang didapat sebelumnya dikemanakan?" Terserah Anda! Mau dijual ke teman juga boleh. Mau diteliti sendiri nanti, juga boleh. Tapi saya ada ide, Nih. Bukankah kemajuan keperawatan itu akan semakin pesat kalau dilandasi dengan riset yang kuat. Daripada terbuang, mari kita berbagi. Apapun gagasan penelitian yang Anda peroleh, publikasikan saja lewat blog. Jadi teman-teman kita yang tertarik langsung dapat mengakses dan mengembangkannya sendiri. Atau kalau punya hasil laporan penelitian sebaiknya dipublikasikan ke jurnal-jurnal. Jurnal Keperawatan Soedirman misalnya. Atau jika perlu kita buat jurnal online-nya, baik berbayar maupun free. Mau bergabung? beri komentar tulisan ini dengan menyertakan alamat email. Nanti kita lanjutkan.

Menemukan ide memang sulit bagi kebanyakan orang, tapi tidak semua orang. Jadi pastilah ada yang kaya ide. Yang kaya ide, membagi idenya, yang kaya aksi membagi energinya. Dengan berbagi kita kuat. Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Runtuh. Itu ajaran nenek moyang! Nenek moyang itu lebih tua dari kita jadi pasti sudah mengalami bercerai-berai, makanya runtuh. Yang muda, disarankan untuk bersatu. OK!


Link ke Blog Ide Skripsi Perawat/Ners


Read more!

Wednesday, May 7, 2008

Bangkitlah

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Tanggal 2 Mei kemarin diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Sebuah tanggal untuk mencantolkan ingatan kita pada perjuangan para pejuang pendidikan. Tanggal 20 Mei besok, akan diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Hari ketika pendahulu-pendahulu kita mulai membangkitkan kesadaran berpolitik nasionalnya. Lalu apa maksudnya hari-hari itu? Bung Karno pernah menggunakan jargon JASMERAH atau Jangan sekali-kali melupakan sejarah dalam pidato politiknya untuk membangkitkan semangat. Kita menjadikan sejarah sebagai inspirator dalam mengambil tindakan pada saat ini. Tanpa sejarah dan masa lalu, masa sekarang tidaklah ada. Sebab kita hidup di dunia dengan hukum sebab-akibat, aksi-reaksi, tarik menarik dan sebagainya.

Apa hubungannya dengan keperawatan? Hoi!! kita juga punya yang namanya "Nursing Day". Nursing Day diperingati setiap tanggal 12 Mei. Sudah tahu semua? mengapa tanggal 12 Mei dicanangkan sebagai International Nursing Day? Apa sejarahnya dan apa latar belakangnya. Ternyata tanggal 12 Mei adalah hari lahir Florence Nightingale.

Siapa perawat yang tidak kenal tokoh ini? Di masa saya sekolah akper, tokoh ini sangat disakralkan. Bahkan ada acara tertentu yang disebut "Capping Day", dimana dalam acara tersebut ada seorang yang memerankan (dimake up) seperti Bu Florence, dengan pakaian pada abad 18 sedang membawa lampu (lilin) sebagai simbol api semangatnya yang terus menyala. Kemudian pada calon perawat yang akan dilantik, mengambil api dari lilin yang dibawa tokoh tersebut sebagai simbul pengambilan semangat keperawatannya.

Meskipun sudah melakukan ritual seperti itu, tetap saja, menurut saya, belum dapat menemukan kobaran semangat itu dalam diri perawat termasuk diri saya sendiri. Tetapi dalam sepuluh tahun terakhir, saya sudah merasakan sendiri kobaran panasnya api semangat Beliau. Sebentar lagi barangkali nyala lilin tersebut akan menyulut hati para perawat yang sudah mulai mengering oleh panasnya persaingan di dunia pelayanan kesehatan dan ketidaknyamanan status akibat perlakuan yang "dirasakan" tidak adil.

Dalam teori kebakaran, paling tidak ada tiga hal yang dapat menyebabkan kebakaran. Pertama api, kedua bahan yang mudah terbakar, ketiga adalah oksigen. Perawat sudah memiliki api Florence Nightingale, sudah memiliki bahan mudah terbakar yaitu hati yang mulain mengering. Tinggal menunggu angin perubahan (oksigen) yang akan memperbesar nyala api itu.

Jika semua sudah ada tinggal terbakarlan semangat. Merdeka, Mandiri, Profesional. Ayo Bangkitlah, start mesinmu, bangkitlah, majulah, ini memang sudah waktunya. Momentum kita bersama. Bersatulah saudaraku. Kita sendiri yang menentukan nasib perawat Indonesia. Jangan pedulikan orang yang membeda-bedakan dengan sebutan Ners, mantri, suster atau yang lainnya. Jati diri kita adalah perawat. Kita semua adalah sama. Bangkitlah! Bangkitlah! Bangkitlah! Perawat Indonesia. Masa depan menunggu. Jadilah bagian dari sejarah. Sejarah perubahan PERAWAT INDONESIA.

JASMERAH (Jadilah sebagai mesin penggerak sejarah)


Read more!

Pengumuman!

Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.