
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Aturan tungku panas atau Hot Stove Rules merupakan prinsip-prinsip yang digunakan dalam hal mendisiplinkan karyawan atau bawahan secara efektif. Tungku yang panas digunakan sebagai nama karena adanya peristiwa yang terilhami dari tungku yang panas.
Prinsip-prinsip tersebut meliputi: immediate, advance warning, consistent, dan impersonal nature. Immediate artinya segera. Semakin segera penerapan disiplin diterapkan untuk pelanggaran, semakin efektif daripada yang ditunda-tunda.
Prinsip kedua advance warning atau peringatan. Semakin jelas peringatan akan hukuman yang akan diberikan kepada para pelaku pelanggaran, semakin efektif. Setiap orang telah mengetahui sanksi apa yang akan diperoleh jika dia melanggar aturan yang telah disepakati.
Ketiga adalah prinsip Consistency. Perlakuan yang fair membutuhkan tindakan yang konsisten terhadap pelanggaran disiplin. Jangan sampai aturan hanya diterapkan pada pegawai kelas bawah, sementara pegawai tingkat middle manajer tidak mendapatkan sanksi yang setara.
Impersonal nature artinya tidak mengarah pada individunya. Hukuman hanya diberikan atas dasar kesalahan yang dilakukan, bukan karena personalnya.
Seorang penyelia keperawatan seharusnya mempelajari prinsip-prinsip ini. Meskipun demikian, kadang-kadang hukuman juga tidak diperlukan untuk menegakkan disiplin. Hal paling efektif sebenarnya adalah menjadi contoh bagi semuanya. Jika pimpinan memberikan contoh yang baik, bawahan biasanya akan mengikuti.
Itulah tipikal orang Indonesia "DULU". Sekarang? Saya kira tidak ada salahnya kita memberikan contoh dulu sebelum menerapkan aturan tungku panas.
Baca juga:
1. link ini
2 link 2
Read more!
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Semua yang terwujud saat ini adalah hasil dari mimpi para pendahulu kita. Lampu listrik adalah mimpi Thomas Alfa Edison. Itu semua kata guru saya. Indonesia adalah hasil mimpi para pendahulu kita waktu tahun 08. Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed (FKIK) adalah mimpi para pimpinan unsoed dan para perawat senior di purwokerto.
Kalau kita menginginkan/memikirkan sesuatu, sudah pasti akan terwujud. Tinggal menunggu waktu dan seberapa kuat, tindakan kita ingin mewujudkannya. Seperti halnya mimpi kita ingin membentuk konsil keperawatan, semua pasti terwujud. Tinggal seberapa besar komitmen kita sebagai perawat Indonesia beraksi untuk mewujudkannya. Semakin besar aksi kita semakin besar reaksi yang timbul, semakin cepat pula mimpi itu terwujud.
Meskipun demikian, seiring dengan perubahan jaman dan perkembangan seseorang, menyebabkan mimpi jadi terlupakan. Konsil keperawatan tidak akan dapat terwujud jika sudah bukan menjadi tujuan lagi. Artinya para penerus perawat yang sedang dididik sekarang,ternyata mimpinya berbeda dengan para senior yang ada sekarang. Oleh karena itu ada baiknya mimpi itu diorganisir.
Berikut ini adalah contoh mengorganisir mimpi.

Melalui pemetaan mimpi seperti ini, kita dapat merencanakan aksi-aksi yang terorganisir. Sinergi antara mimpi utama dengan mimpi-mimpi jangka pendek akan mempercepat terwudnya mimpi kita.
Tidak percaya? Itu terserah Anda sendiri. Tapi jangan salahkan saya kalau perawat terus-terusan begini. Paling tidak saya menjadi salah satu pemimpi yang akan memperbaiki kondisi keperawatan di Indonesia ini.
Setelah mimpi tervisualisasi dengan sangat jelas. Saya yakin 100 % akan berhasil. Kalau pun tidak terwujud seperti yang kita gambarkan pasti ada pengganti yang paling sesuai dengan kita. Langkah selanjutnya setelah mengorganisir mimpi dapat anda baca di Prinsip-prinsip Sukses Jack Canfield.
Read more!
Oleh: Wastu Adi Mulyono
Febris entrepreneur atau demam kewirausahaan, akhir-akhir ini melanda semua yang ada disekitar saya. Para mahasiswa sibuk meminta gagasan bisnis untuk membuat bussiness plan sebagai bagian dari tugas mata kuliah kewirausahaan. Bos-bos dan sejawat pun juga sibuk mendirikan CV. Dipikir-pikir daripada cuma dimintai ide, lebih baik terjuni saja sendiri dunia bisnis. Lho terus pekerjaannya bagaimana? Kuliahnya bagaimana? mahasiswa bimbingannya bagaimana? Urusan gampang!
Semua dimulai dari mimpi. Mimpi memanjukan dunia keperawatan. Membuka praktik keperawatan. Membuka rumah perawatan, dll keperawatan. Pokoknya yang belakangnya keperawatan akan saya buka.
Setelah search dengan keyword prosedur mendirikan CV, saya ketemu situsnya Dik Irma (Habis dia panggil saya Mas,ya saya panggil Dik). Wah ternyata gampang. Jadi kuputuskan saja menghubungi notaris. Saya bersiap untuk mendirikan CV.
Tuuutt... Haloo Pak Notaris, saya Wastu.
Ya Pak Wastu ada yang bisa saya bantu?
Bagaimana caranya mendirikan CV?
Gampang pak...dst, persis seperti yang ditulis Dik Irma dalam situsnya. Berarti dia nggak bohong! Ya wajar lha, sama notarisnya!
Biayanya berapa?
Kalau lengkap sampai tuntas kurang lebih.......rupiah.
Ok Pak Notaris, tapi saya PNS boleh enggak?
Asal tidak jadi direkturnya tidak apa-apa. Sekarang Pak Wastu siapkan saja nama CV nya, kemudian lokasi dst.
Kalau KTP saya bukan Banyumas Boleh enggak?
Nggak apa-apa... Pak Wastu datang saja ke kantor.
OK.....
Wah apa nama CV-nya ya? Lokasinya di mana ya? Rumah baru (sombong nih) saya juga belum selesai dibangun. Siapa juga yang jadi direkturnya nanti ya?
Merenung dulu saja dah. Sambil mendengarkan alfamatic brainwarenya Digital Prayer. Saya merasa sudah mendapatkan petunjuk. Tunggu saja liputan berikutnya.
Read more!
Pengumuman!
Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.