Cari di Google

Google

Monday, September 22, 2008

Untuk Penyayang Anak


Oleh: Wastu Adi Mulyono
Anak merupakan sumber inspirasi bagi siapapun. Oleh karena itu anak seringkali menimbulkan ide-ide brilian. Lagu, lukisan, bangunan bahkan karya-karya spektakuler lain sering terinspirasi oleh kelahiraan seorang anak.

Meskipun demikian, lingkungan sekitar tempat tinggal kita seolah-olah kolam yang kotor untuk anak-anak kita. Mulai dari siaran tv, media, games hampir semua dipersalahkan oleh para pakar sebagai sumber kenakalan anak saat ini.

Jika kita sedikit, membaca trend buku-buku best seller sekarang pasti akan setuju dengan saya. Semuanya membahas berkisar pengolahan bawah sadar. Hampir semua buku tersebut mengupas baik konsep maupun teknik pengembangan maupun melatihnya.

Apa hubungannya dengan penyayang anak? Anak katanya terlahir suci, bagaikan kertas yang belum ditulisi. Kita yang akan menulisnya, mau menjadikan baik, jahat atau munafik. Ada baiknya kita mulai menanamkan pikiran positip mulai dari anak itu sebelum lahir. Harapan, cita-cita yang positip dapat menjadikan anak seperti apa yang telah dipikirkan orang tuanya.

Memberikan produk mainan, makanan dan sebaginya yang berkaitan dengan anak, ada baiknya sudah dibuat dengan baik. Misalnya sejak lahir anak sudah dibuatkan pakaian yang mengingatkan orang tua maupun tamu yang mengunjunginya dengan ucapan-ucapan yang baik. Misalnya "Anak yang cakep, rajin belajar dan minum asi" dst. Jadi siapapun yang kontak dengan bayi tidak akan mengucapkan atau memikirkan kata-kata yang buruk. Dengan demikian lingkungan sekitar anak telah menciptakan harapan yang positif baginya.

Nah bagian yang terakhir ini bagian promosi.

Berhubung kami mendukung cara pandang tersebut, akan saya perkenalkan produk kaos gaul untuk anak yang sangat mendukung perkembangan fisik dan mental anak. Produk ini bukan milik saya, tetapi milik seorang teman yang telah terinspirasi oleh anak dan anda dapat mendukungnya dengan menikmati produknya, baik melalui saya atau langsung melalui kontak person dan agen-agen terdekatnya. Klik saja logo pada posting ini!

Salam sayang untuk putra-putri Anda dan anak-anak di seluruh dunia.


Read more!

Sunday, September 14, 2008

Rasa takut itu...

Akulah sang pemberani. Tiada tempat takut dalam hatiku. Jantungku telah membatu, bahkan peluru pun hanya sanggup membelaiku, memberi nikmat tak terperi. Menjadikan dunia indah tak terlupakan.

Ini hanya puisi kosong. Tidak ada makna apa-apa. Hanya goresan tangan tanpa arti.

Hari ini saya baru bisa buka blog lagi. Membaca komentar-komentar, mengunjungi ke blog-blog lain. Sampai ke Limpo50 weblog, saya tertarik dengan cerita kemandirian. Entah karena apa saya tiba-tiba merasakan takut. Sebuah perasaat takut yang tidak jelas apa maknanya bagi saya. Ya... rasa takut itu kembali lagi.

Rasa takut ini pernah timbul bertahun-tahun lalu. Terlupakan... dan kini kembali lagi. Seperti kata guru, "Nikmatilah rasa takutmu, siapa tahu hanya sekali ini kamu dapatkan nikmat itu. Syukuri saja..."


Read more!

Monday, September 1, 2008

Menjajal Nyali

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Tidak semua orang menyukai tantangan. Para guru pun sudah sering menjelaskan bahwa kaum inovator itu hanya 1,25 % saja dari populasi. Sisanya hanya para pengikut. Kata iklan rokok "...other can only follow..."

Nyali yang besar sangat dibutuhkan oleh inovator. Semprotan adrenalin bagaikan morfin yang terus dibutuhkan seolah ketagihan. Ya memang seperti itulah seharusnya kalau kita memilih menjadi seorang inovator.

Lho apa iya inovator merupakan pilihan hidup? Menurut saya sendiri, jelas jawabannya adalah "YA" (Lha yang menulis kok). Semua orang ditakdirkan untuk menjadi dirinya sendiri. Sama halnya dengan program komputer, jika ya terus, jika tidak balik lagi. Atau sering disebut bilangan basis dua 010101 dst. Kita bisa memilih untuk diam saja seperti katak dalam tempurung atau terbang tinggi jauh seperti burung-burung bangau yang berpindah-pindah sarang setiap pergantian musim.

Berubah adalah kata kunci tulisan ini. Berubah membutuhkan nyali. Perubahan membutuhkan inovator. Lalu siapa inovator untuk perubahan diri sendiri? Ya kita sendiri.

Dua bulan belakangan ini saya melakukan beberapa uji nyali. Mulai dari mendaftar kuliah lagi ke UI meskipun belum terpikirkan darimana biayanya. Menjajal nyali membuang uang jutaan rupiah untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan. Menjajal nyali membeli rumah di atas perhitungan kemampuan. Membuka usaha di bidang yang sama sekali tidak dikuasai. Sampai dengan menjajal nyali untuk menjadi mahasiswa lagi. Maksud saya melepas atribut kepegawaian dan kesenioran untuk mengalami lagi masa kuliah dan menjalani aturan-aturan baru.

Wah kalau cuma menjalani aturan sekolah itu sih gampang! Kata orang. Tetapi setelah mengalami bekerja cukup lama (10 tahun), tidak mudah untuk mengubah kebiasaan. Biasanya kita buat aturan, menjadi diatur. Biasanya membuat penugasan kemudian diberi tugas. Semacam post power syndrome lah. Tidak semua orang kuat. Termasuk saya.

Menjadi mahasiswa S2 keperawatan di UI adalah semacam uji nyali bagi saya. Ternyata saya tidak sendiri. Semua ternyata mengalaminya. Hal itu terbukti dari saran-saran dan komentar para senior yang memberikan penjelasan pada waktu orientasi. Semua menyarankan saling menghargai, kerjasama kelompok dan lainnya. Berulang-ulang diucapkan. Artinya hal itu sangat penting.

Belajar sebagai orang dewasa itu mudah. Tetapi belajar kelompok sesama orang dewasa, itu sangat menantang. Setiap orang punya pengalaman dan cara berpikir sendiri menurut pengalamannya. Semua telah membuktikan bahwa prinsip yang selama ini dipegang adalah benar. Buktinya mereka berhasil.

Contoh paling konkrit ketika orang dewasa berdiskusi dapat dilihat pada siarang televisi tentang berita di legislatif. Baik tingkat daerah maupun tingkat negara. Sangat menantangnya diskusi orang dewasa ini sampai-sampai harus adu jotos. Nah lho!

Uji nyali untuk bersikap bijak tidak menggurui dan saling menghormati. Bayangkan saja di kelas ada yang sudah lulus S1 20 tahun lalu dan ada juga yang fresh graduate. Semua berkumpul untuk berdiskusi. Silakan dibayangkan sendiri. Atau silakan pikirkan sendiri jika Anda sebagai Si Senior atau sebagai Si Junior. Pasti ada sedikit senyum di sudut bibir Anda!

Akhirnya saya tutup tulisan ini dengan ucapan atas nama Allah yang maha pemurah dan maha penyayang. Aku mulai untuk mencari solusi terbaik dalam tugas ini. Memerangi ketakutan dan malangkah sesuai tujuan.


Read more!

Pengumuman!

Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.