Cari di Google

Google

Saturday, October 25, 2008

Spiritual Quotient

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Kecerdasan spiritual atau yang sering disebut-sebut orang dengan Spiritual Quotient (SQ) --meskipun saya juga tidak mengerti mengapa quotient diartikan sebagai kecerdasan, padahal arti di kamus adalah hasil bagi-- mengarahkan hidup kita menjadi lebih bijak dan bahagia. Kecerdasan spiritual tidak didapatkan serta merta, tetapi melalui suatu proses pemahaman yang berlangsung terus menerus sepanjang kehidupan.

Memiliki kecerdasan spiritual ibarat suatu anugrah dalam kehidupan serba materialis ini. Perjalanan untuk memperolehnya bagaikan kuliah ribuan sks, dengan jenis P atau L (praktikkum atau lapangan). Setiap topik pun ada yang lulus ada juga yang harus ujian her (ulang). Yang jelas seluruh sks harus ditempuh, dan sks nya juga tidak dapat dipastikan jumlahnya.

Itu pemahaman juadul (jaman dulu). Jaman sekarang kecerdasan spiritual dapat dicapai secara instant. Baik cara manual maupun cara teknologi tinggi, semua menawarkan kemudahan untuk mencapai kecerdasan spiritual. Cara teknologi tinggi dapat dilakukan dengan mendengarkan musik-musik generator gelombang alfa otak. Cara ini di Indonesia dikembangkan oleh Erbe Sentanu. Kunjungi saja situsnya http://katahatiinstitute.com, atau http://digitalprayers.com. Kalau ingin lebih serius ikuti saja pelatihannya, luar biasa.

Cara manual untuk memperoleh kecerdasan spiritual adalah dengan cara mengikuti ajaran-ajaran agama. Ritus tertentu dalam setiap aliran agama selalu berimbas pada terbitnya kecerdasan spiritual. Meditasi, sembahyang, salat, yoga, dzikir semuanya membantu seseorang terarah ke pencapaian kecerdasan spiritual.

Kemudahan cara manual ternyata terletak pada mind-set. Selama ini kita sering mengatakan rileks itu sulit, atau kalau orang bergama islam mengatakan shalat khusu' itu susah. Padahal jika kita dapat mengubah mind set bahwa khusu' itu mudah, semua juga mudah. Persepsi tentang sulitnya shalat khusu' ini berakibat, ritual keagamaan menjadi semacam ritual tanpa makna apapun. Kalau kata ustadz, sekedar menggugurkan kewajiban.

Untuk yang beragama Islam silakan download petunjuk shalat khusu' yang mudah di link ini . Garansi 100 %, jika dibaca dan dipraktikkan pasti bisa. Kalau sudah bisa tinggal tunggu kuliah berikutnya di perjalanan spiritual yang lain.

Para manajer atau calon manajer seharusnya memiliki kecerdasan spiritual ini. Pengambilan keputusan penting pasti menimbulkan beban tersendiri, apalagi jika merugikan orang lain. Padahal pengambilan keputusan itu wajib. Jika tidak ada pengambilan keputusan, bisnis tidak berjalan. Apapun hasil keputusan yang kita buat jangan sampai merugikan orang lain dan paling tidak jangan sampai membuat kita tidak dapat tidur berhari-hari karenanya.

Selamat mencoba. Kelas kecerdasan spiritual sudah dibuka. Tinggal kita mau registrasi atau tidak, itu urusan kita sendiri. Jika ingin ikut kuliah ya silakan registrasi dan isi kartu rencana studinya ya.


Read more!

Thursday, October 23, 2008

Digital Learning

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Kuliah di jaman serba digital dan berwacana global menuntut kita untuk beradaptasi secara khusus, terutama untuk orang-orang yang terlanjur melabel dirinya gaptek (gagap teknologi). Harus ada (beli) laptop, padahal tidak mengerti sama sekali apa itu spec. Materi kuliah harus di download dari situs/blog dosen padahal tahunya cuma www.google.com., itupun dari tulisan di perut bus kota. Presentasi selalu menggunakan lcd proyektor. Belum lagi dengan pendekatan student centered learning, semua harus dicari oleh mahasiswa sendiri termasuk bahan-bahan kuliah.

Perjalanan beradaptasi juga tidak lepas dari godaan syetan. Bagaimana tidak tergoda, jika sudah bersemangat ingin menjelajah internet, eh... sinyal hotspot down, atau kalau tidak jaringan sedang down, atau kadang masalah ada pada laptop sendiri, setting prokxy diutak atik anak, macet dah!! Mau minta tolong Mr. IT lagi sibuk. Waduh bagaimana nih. Eh... memang setan diturunkan untuk menggoda manusia, salah seorang teman mendapatkan warisan dari senior. Nah... momentum yang sangat tepat dan menggiurkan. Kalau tidak banyak berdzikir dan sudah putus asa (tahap depresi) pasti lah akan diikuti jalan syetan.

Berkaitan dengan hal tersebut ada baiknya saya berbagi pengalaman. Bukan berarti pengalaman saya sangat banyak tetapi ada sedikit yang perlu untuk dibagi-bagi. Terutama kalau ingin mencari file-file pdf atau e book yang bermanfaat.

Kalau kita coba ketik di mesin pencari google frasa "pdf search engine" akan kita dapatkan banyak sekali yang tersedia. Cobalah untuk memilih salah satu. Saya coba yang paling atas yaitu www.pdf-search-engine.com. Jika sudah masuk ke situs tersebut ketikkan saja keyword yang diinginkan, pasti akan tersedia banyak sekali link. Tinggal klik saja salah satu.

Untuk mahasiswa UI sebaiknya sering-seringlah kunjungi http://lib.ui.ac.id. Ikuti terus perkembangannya setiap saat terutama saat sinyal hotspot penuh. Jika Anda beruntung akan dapatkan artikel-artikel up to date yang free.Simpan dengan baik, termasuk sumbernya. Ingat prinsip KAIZEN ya.

Selain itu saya juga mencoba menyimpan slide-slide yang digunakan dosen atas ijin beliau. Jika ingin download silakan saja kunjungi http://nurseconsultant.blogspot.com klik link koleksi slide. Atau langsung http://www.esnips.com/web/NursingEd . Jika Ada yang memiliki soft kopi slide juga dapat melakukan hal yang sama, atau dapat juga saya bantu upload nya.

Selamat belajar. Cepatlah sampai pada fase Resolusi, jangan fase depresinya diperpanjang.


Read more!

Tuesday, October 21, 2008

Sindrom Kembali Sekolah

Oleh: Wastu Adi Mulyono

Belajar seumur hidup adalah tuntutan suatu profesi. Artinya tidak ada kata "mandheg" dalam dunia profesi. Demikian juga profesi perawat. Sekali memilih perawat sebagai jalan hidup, mestinya tidak ada lagi pilihan kata berhenti belajar. Belajar yang dimaksud dapat melalui pelatihan, kursus, termasuk juga sekolah. Yang akan saya sampaikan pada posting ini adalah belajar lagi di bangku sekolah.

Hal terpenting untuk perawat berkerja yang sekolah lagi adalah menyadari adanya sindrom kembali sekolah "Shane's Returning to School Syndrom". Sindrom ini kurang lebih terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama tahap bulan madu kemudian tahap konflik dan terakhir tahap reintegrasi. Setiap orang pasti mengalami tahapan ini baik disadari maupun tanpa disadari.

Tahap bulan madu dimulai ketika seorang diterima di sekolah yang diinginkan. Maka senyum pun mengembang. Pamer ke sejawat, membusungkan dada, seolah-olah berkata " ini lho saya masih mampu sekolah." Rasa bangga, lega dan senang bercampur aduk menjadi satu pada tahap ini.

Tahap kedua adalah tahap depresi. Terjadi ketika seorang yang sekolah mulai kewalahan antara tugas pekerjaan dan tugas sekolah. Konflik dengan teman sekelas, sejawat di kantor, keluarga bahkan atasan memenuhi tahapan ini. Tekanan yang terus menerus menuntuk penggunaan energi yang berlebihan. Semua sumber daya seolah-oleh terkuras habis. Hal ini akhirnya membawa seseorang menjadi apatis atau sebaliknya menjadi lebih dewasa dan maju.

Tahap ketiga adalah tahap resolusi. Pilihan adaptasi yang selama tahap ketiga digunakan semakin mantap dipakai. Yang apatis kuliah asal-asal saja, mengerjakan yang dibutuhkan. Yang lain menjadi lebih tertantang, berpikir positif dan mengambil setiap peristiwa seb agai proses pematangan. Atau malah gagal tidak melanjutkan pendidikan, kembali ke lapangan dan menjadi penghambat perkembangan serta troubel maker.

Setiap orang bertanggungjawab atas dirinya sendiri. Pilihan resolusi mana yang akan digunakan adalah merdeka untuk dipilih. Sarang saya meskipun kita gagal dalam beradaptasi pada saat ini, segeralah melakukan restrukturisasi cara berpikir agar kita tidak menjadi penghambat perkembangan di institusi kita atau menjadi kelompok laggard dalam distribusi perawat indonesia.

Tertarik untuk membaca lebih banyak, baca buku Conceptual Bases of Profesional Nursing karya Susan Leddy dan J Mae Pepper tahun 1993.


Read more!

Pengumuman!

Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.