Cari di Google

Google

iklan di sini

Wednesday, December 12, 2007

Kambing Hitam

Oleh: Wastu Adi Mulyono


Hari Sabtu, 8 Desember 2007 kemarin saya mengikuti ujian masuk Program S2 di UI. Sesi pertama berupa Tes Potensial Akademik (TPA) dan Bahasa Inggris di sesi berikutnya. Ujian berlangsung di Balairung diikuti oleh ribuan peserta yang hanya disediakan tempat duduk biasa (tanpa tempat menulis).

Bagian pertama ujian berupa kemampuan bahasa saya lewati dengan santai, masih ada waktu yang tersisa. Bagian kedua berupa kemampuan numerik. Soalnya sebetulnya mudah menurut saya, tetapi saya mengalami kesulitan dan tidak dapat menyelesaian seluruh soal dengan baik. Mulailah kepanikan saya rasakan. Wah gawat ini, hampir setengah soal tidak dapat saya selesaikan dengan baik. Kepanikan ini berimbas pada bagian ketiga, yaitu logika. Hampir seluruh soal tidak dapat saya cermati dengan baik. Berkali-kali saya tarik napas panjang sekali agar dapat mengatasi kebuntuan aliran oksigen ke otak. Tetap saja, bagian ketiga berakhir dengan tragis. Saya sangat tidak percaya diri. Waktu pun selesai dan tiba waktu istirahat.

Masa istirahat kurang lebih 1 jam diisi dengan ngobrol dengan kenalan lama yang kebetulan juga ikut tes. Berdiskusi tentang soal yang telah dikerjakan dan berkeluh kesah mencari alasan mengapa tidak dapat mengerjakan dengan baik. Ada yang menyalahkan bentuk soalnya, ada juga yang menyalahkan kursinya yang tidak nyaman, termasuk saya, -maklum perut saya sudah cukup gendut, sehingga tidak dapat memangku papan jalan dengan baik-, sebagian lagi mengatakan memang kurang siap. Sebagian yang lain sudah ambil sikap pesimis bahkan sudah berecana ikut lagi periode berikutnya.

Sesi kedua dimulai pukul 13. Wah, kok tidak ada makan siang ya? Padahal tahun kemaring ada makan siang gratis saat waktu jeda. Gawat, saya belum makan. Alhasil sesi kedua yaitu Bahasa Inggris tidak dapat saya lewati dengan baik. Padahal nilai TOEFL saya diatas 500. Mengapa saya tidak dapat mengerjakan soal dengan baik? Mulailah isi pikiran saya penuh dengan ide -ide mencari siapa yang patut disalahkan. Panitia, pembuat soal, atau saya sendiri?

Uraian di atas memberikan penyadaran buat saya, yaitu "Perencanaan yang baik". Karena saya tidak merencanakan dengan baik keikutsertaan dalam ujian ini, saya mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya. Hasilnya tentu tidak memuaskan ego saya. Akhirnya saya mencari-cari alasan untuk menutupi kesalahan saya. Mulailah saya cari kambing hitam. Panitia, kursi, makanan, pembuat soal dan yang lainnya.

Kambing hitam atau "Scape goat", sering kita ciptakan untuk membela diri atas kegagalan yang kita perbuat. Seorang manajer biasanya memiliki peluang untuk membuat kesalahan yang besar, tetapi karena ego-nya dia tidak mengakui kesalahannya, -wajar, karena ini bagian dari mekanisme pertahanan diri-, oleh karena itu dia akan menciptakan sesuatu yang dapat mengalihkannya dari tanggung jawab baik moral maupun material dari dirinya. Sesuatu itu adalah kambing hitam. Kambing hitam biasanya adalah obyek yang paling lemah dari posisinya, atau bahkan lebih kuat dari posisinya. Tetapi kebanyakan tidak ada yang berani konfrontasi dengan superiornya, jadi hanya ada satu pilihan, yaitu bawahannya.

Bawahan sering menjadi kambing hitam para manajer atas ketidakmampuannya. Jika ini terjadi semua aksi menyerang akan ditunjukkan manajer. Akibatnya, hubungan atasan-bawahan menjadi tidak baik, dan segalanya berlangsung terus menerus seperti lingkaran setan, yang akan membawa pada kehancuran organisasi itu sendiri.

Jadi inti dari ini semua adalah "perencanaan yang baik". Segala sesuatu akan berjalan dengan baik jika direncanakan lebih dulu. Semua peluan dan risiko diperhitungkan, didiskusikan dan diambil keputusan untuk bertindak. Apapun hasil yang diperoleh dengan perencanaan yang baik akan membawa pada pertumbuhan dan perkembangan organisasi yang baik pula. Perkembangan dan pertumbuhan yang baik akan berimbas pada kemenangan pada kompetisi berikutnya. Karena organisasi telah tumbuh sebagai pribadi yang dewasa dan matang.

"Jangan lagi berpikir tentang kambing hitam atas kesalahan yang Anda lakukan sendiri"

1 comment:

Anonymous said...

Kambing hitam? hmmm, klo di gulai enak juga tuh... :D

Pengumuman!

Bagi Anda yang ingin memberi komentar pada tulisan di Blog Perawat Manajer Indonesia ini, tapi tidak mempunyai user id atau member Blogger.com, dapat menggunakan Anonymous user. Anda tinggal klik pada check list anonymous user sebelum komentar dipublish. Kalau ingin dikenali tinggal tuliskan saja nama Anda di dalam komentar.