Oleh: Wastu Adi Mulyono
Tanggal 2 Mei kemarin diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Sebuah tanggal untuk mencantolkan ingatan kita pada perjuangan para pejuang pendidikan. Tanggal 20 Mei besok, akan diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Hari ketika pendahulu-pendahulu kita mulai membangkitkan kesadaran berpolitik nasionalnya. Lalu apa maksudnya hari-hari itu? Bung Karno pernah menggunakan jargon JASMERAH atau Jangan sekali-kali melupakan sejarah dalam pidato politiknya untuk membangkitkan semangat. Kita menjadikan sejarah sebagai inspirator dalam mengambil tindakan pada saat ini. Tanpa sejarah dan masa lalu, masa sekarang tidaklah ada. Sebab kita hidup di dunia dengan hukum sebab-akibat, aksi-reaksi, tarik menarik dan sebagainya.
Apa hubungannya dengan keperawatan? Hoi!! kita juga punya yang namanya "Nursing Day". Nursing Day diperingati setiap tanggal 12 Mei. Sudah tahu semua? mengapa tanggal 12 Mei dicanangkan sebagai International Nursing Day? Apa sejarahnya dan apa latar belakangnya. Ternyata tanggal 12 Mei adalah hari lahir Florence Nightingale.
Siapa perawat yang tidak kenal tokoh ini? Di masa saya sekolah akper, tokoh ini sangat disakralkan. Bahkan ada acara tertentu yang disebut "Capping Day", dimana dalam acara tersebut ada seorang yang memerankan (dimake up) seperti Bu Florence, dengan pakaian pada abad 18 sedang membawa lampu (lilin) sebagai simbol api semangatnya yang terus menyala. Kemudian pada calon perawat yang akan dilantik, mengambil api dari lilin yang dibawa tokoh tersebut sebagai simbul pengambilan semangat keperawatannya.
Meskipun sudah melakukan ritual seperti itu, tetap saja, menurut saya, belum dapat menemukan kobaran semangat itu dalam diri perawat termasuk diri saya sendiri. Tetapi dalam sepuluh tahun terakhir, saya sudah merasakan sendiri kobaran panasnya api semangat Beliau. Sebentar lagi barangkali nyala lilin tersebut akan menyulut hati para perawat yang sudah mulai mengering oleh panasnya persaingan di dunia pelayanan kesehatan dan ketidaknyamanan status akibat perlakuan yang "dirasakan" tidak adil.
Dalam teori kebakaran, paling tidak ada tiga hal yang dapat menyebabkan kebakaran. Pertama api, kedua bahan yang mudah terbakar, ketiga adalah oksigen. Perawat sudah memiliki api Florence Nightingale, sudah memiliki bahan mudah terbakar yaitu hati yang mulain mengering. Tinggal menunggu angin perubahan (oksigen) yang akan memperbesar nyala api itu.
Jika semua sudah ada tinggal terbakarlan semangat. Merdeka, Mandiri, Profesional. Ayo Bangkitlah, start mesinmu, bangkitlah, majulah, ini memang sudah waktunya. Momentum kita bersama. Bersatulah saudaraku. Kita sendiri yang menentukan nasib perawat Indonesia. Jangan pedulikan orang yang membeda-bedakan dengan sebutan Ners, mantri, suster atau yang lainnya. Jati diri kita adalah perawat. Kita semua adalah sama. Bangkitlah! Bangkitlah! Bangkitlah! Perawat Indonesia. Masa depan menunggu. Jadilah bagian dari sejarah. Sejarah perubahan PERAWAT INDONESIA.
JASMERAH (Jadilah sebagai mesin penggerak sejarah)
Read more!