Oleh: Wastu Adi Mulyono
Bahasa merupakan cara berkomunikasi antar manusia. Meskipun demikian, bahasa banyak jenisnya. Bermacam jenis tersebut ada yang berasal dari rumpun yang sama, atau berbeda sama sekali. Oleh karena itu, jika tidak ada persamaan bahasa jadi tidak dapat menyampaikan maksud komunikasi, sehingga sering terjadi miskomunikasi.
Begitu pentingnya bahasa ini, menyebabkan pendahulu-pendahulu kita di tahun 1928, harus mengucapkan sumpah untuk menyatukan bahasa. Saya sesungguhnya tidak dapat memahami esensi satu bahasa ini kalau saya tidak mengenal komputer dan sedikit pernak-pernik bahasa pemrogramannya. Mungkin anda pernah mengalami bagaimana file yang anda miliki ternyata tidak dapat dibaca di komputer kantor karena incompatibility problem. Itu hanya salah satu contoh tentang satu bahasa tersebut.
Bahasa yang sama ketika berkomunikasi dalam aktivitas organisasi sangatlah penting. Segala bentuk perintah, petunjuk bahkan teguran pun tidak akan dapat mencapai sasaran yang diinginkan jika kedua belah pihak tidak memiliki bahasa yang sama. Usaha menyatubahasakan ini biasanya dimulai dengan pencanangan visi, misi maupun tujuan organisasi. Selanjutnya dibuat standar-standar yang merupakan tolok ukur pencapaian visi, misi maupun tujuan tersebut. Melalui standar-standar tersebut diharapkan setiap orang dapat mempunyai satu bahasa dalam mengenal sesuatu.
Tantangan terbesar dalam menyatubahasakan organisasi adalah proses penjelasan atau pendefinisian awal. Menjelaskan sesuatu yang baru pada orang yang sama sekali belum mengenal hal tersebut memerlukan keahlian khusus. Tentu Anda pernah membaca suatu cerita humor yang menceritakan tentang orang buta yang diminta menjelaskan tentang gajah. Orang pertama menjelaskan gajah seperti sebuat tabung, karena dia hanya memegang kakinya. Orang kedua menjelaskan bahwa gajah itu seperti tali yang besar, karena dia hanya memegang belalainya. Orang ketiga menerangkan bahwa gajah itu seperti kertas, karena hanya memegang telinganya saja. Jadi menjelaskan sesuatu yang baru itu memang membutuhkan keahlian.
Jika semuanya sudah satu bahasa, permasalahan miskomunikasi akan kecil atau bahkan nihil. Semua petunjuk, perintah atau teguran dapat dipahami oleh setiap orang. Organisasi akan berjalan secara efektif dan efisien. Jadi, itulah pentingnya satu bahasa. Paling tidak, itu yang saya pahami setelah saya melakukan percakapan dengan nenek saya yang sudah berusia 7o tahun dan tinggal di desa yang tidak mengenal internet, sebagai berikut:Saya: "Mbah, saya mau pergi ke kota dulu."
Mbah: "Ke kota mau apa?"
Saya: "Mau ke warnet."
Mbah: "Warnet itu apa?"
Saya: "Itu singkatan warung internet, Mbah."
Mbah: "Warung aku ngerti, lha internet itu apa?"
Saya: " eeh... yaa itu lho....??????" (Coba kalau Mbah sudah tahu internet, saya sudah naik motor dan berangkat ke kota, tanpa harus pusing-pusing mikir internet itu makhluk macam apa yang dapat tune in dengan isi pikiran Mbah.) Efisien bukan?
Konsultasi Syariah Islam (KSI)
12 years ago
No comments:
Post a Comment